Ditulis Ole : Kumbini Kundhaliniwa
Siang itu Aldi sangat senang. Dia bermain bola basket barunya di dalam rumah. Dia dribble, shooting, dan berlari ke sana kemari. Betapa terkejutnya dia, ketika bolanya mengenai vas bunga kesayangan mamanya dan pecah. Terbersit dalam pikiran Aldi, dia akan bilang mamanya bahwa yang memecahkan vas bunganya adalah Diah, sepupunya, yang pada waktu itu muncul di hadapannya. Untungnya, Aldi segera ingat apa yang dikatakan ustadnya tentang sportitas dan kejujuran.
***
Pukul 16.00 mama Aldi pun datang dari kantor.
“Mah, Aldi maaf ya … tadi Aldi main bola di dalam rumah. Bola Aldi mengenai vas bunga Mama dan pecah,” kata Aldi sambil menunjukan vas bunga yang sudah pecah itu.
“Ya Allah … itu vas bunga dari Eyang,” kata mamanya dengan nada tinggi. “Makanya jangan main bola di dalam rumah,” lanjutnya.
“Di luar panas, Mah,” bela Aldi.
“Ini pengalaman pertama ya, jangan diulang lagi,” kata mamanya
“Iya Mah, Aldi salah. Aldi janji, nanti Aldi main bolanya di luar,” kata Aldi.
“Janji ya,” kata mama sambil jabat tangan Aldi. Lalu mereka saling berpelukan.
“Mama bangga padamu, Aldi. Kamu sportif dan berani mengakui kesalahanmu. Jujur itu keren,” bisik mamanya sambil memeluknya erat. ***

